Inanwatan's Animism
Jauh sebelum Ibn Arabi pada awal abad ke - 3 H Abu Yazid al Bustami membawa konseptentang al wali al kamil. Ekonomi dunia pulih pada akhir 1890an & kemakmuran kembali. Penyelundupan, biaya perang, korupsi & kesalahan manajemen yang terus berlanjut menyebabkan kebangkrutan pada akhir abad ke - 18.
M Nasroen adalah orang pertama yang memelopori kajian falsafat etnik pada dekade 60an melalu bukunya Falsafah Minangkabau. Hal ini telah mengkonsolidasikan pemerintahan modern ke negara bagian Melaka di Malaysia. Ibu kota di dirikan di Batavia, yang jadi pusat jaringan perdagangan VOC di Asia.
Keluarga Kerajaan melarikan diri dalam pengasingan di Inggris. Kebijakan & strategi kolonial jadi tanggung jawab kementrian koloni yang berbasis di Den Haag. Di penjara Sawahlunto di Sumatra para tahanan harus melakukan kerja kasar di tambang batu bara.
Di lapas wanita Bulu di Semarang, para napi dapat kesempatan belajar profesi selama di tahanan, seperti menjahit, menenun & membatik. Pemerintah kolonial berusaha untuk membakukan bahasa Melayu berdasarkan versi dari Riau & Malaka serta kamus di gunakan untuk komunikasi pemerintah & sekolah untuk masyarakat adat. Drama teater karya penulis drama seperti Victor Ido di pentaskan di Schouwburg Weltevreden, sekarang di kenal sebagai gedung kesenian Jakarta.
Tren mode dari Paris masih sangat di hargai & di anggap sebagai lambang gaya. Sayangnya, mereka tersingkir di babak pertama setelah di kalahkan oleh tim nasional sepak bola Hungaria 0 - 6 di stadion Velodrome Municipal, Reims, Prancis. Manusia dalam bahasa Latin di sebut homo, dalam bahasa Yunani di namakan & antropos.
Pemikiran manusia sempurna di India juga banyak jadi perhatian. Akan tetapi tidak semua leluhur suku di Indonesia mewariskan falsafat mereka dalam bentuk buku / tertulis, karna mereka belum memiliki aksara / bahasa tertulis / sistem tulisan. Kemudian di ikuti oleh agama Katolik 88.989, Kristen 37.125, Hindu 548, Buddha 203 & Konghucu 21.
Jejak monoteisme merupakan konsep religi yang mendahului fetekheisme, animisme, dinamisme, politeisme, totemisme, henoteisme dapat di lacak dalam peradaban kuno suku bangsa, seperti suku Maya di Amerika Tengah meyakini 1 Tuhan yang menciptakan segala sesuatu, yang mereka panggil Itzamna, kaum Mende di Sierra Leone, Afrika Barat, meyakini 1 Tuhan yang menciptakan alam semesta & roh, yang di sebut Ngewo, di Babilon kuno sesembahan utama penduduk kota itu, Marduk, di pandang sebagai Tuhan yang maha besar. Suku Imian Sawiat hidup di distrik Sawiat & Teminabuan, dengan tipe iklim tropis basah serta di dominasi oleh penduduk dengan mata pencaharian petani, nelayan & pemburu. Seorang yang, bertentangan dengan nasihat Bink, pergi menangkap ikan pada hari Sabtu malam, malam itu juga di culik oleh penduduk Ansus.
Sejak semula perayaan hari Minggu mendapat tekanan yang besar. Pada tanggal 8 - 11 - 1898 di angkatlah kontrolir pertama dengan upacara khidmat. Jumlah penduduk terkecil terdapat di distrik Kaptel sebanyak 1833 jiwa.
Kemudian sebagian kecil terkonsentarsi di kampung distrik Okaba & di sebuah kampung sebrang sungai Maro, Urumb. Kota besarnya adalah pegunungan Bintang, Wamena, Tiom, Kurima, Oksibil, Okbibab. Kota besarnya adalah puncak Jaya, Tolikara, Paniai, Nabire pedalaman.
Upacara mayo yang dulu bertempat di Buti telah beralih ke daerah Kaliki. Waktu itu kapal dagang Coredo yang berlabuh di Bosnik di serbu oleh konoor & para pengikutnya. Kerusuhan pecah di Amberbaken, suatu tempat pertemuan yang strategis, di mana orang biasa menantikan muatan perahu.
Di Waropen orang mengenal mitos yang sejenis dengan itu & dalam mitos tentang Manarmakeri jalan menuju negri orang mati itu terhalang akibat gerak tangan yang keliru. Dari Tidore tidak dapat di harapkan apa - apa. Ada banyak korban, khususnya di Arfu. Di Raimuti itu mereka mengadakan pesta sesudah berhasilnya suatu ekspedisi pengayauan & juga untuk upacara besar dalam hubungan dengan siklus hidup.
Perubahan mulai terjadi sekalipun tidak di semua bidang, seperti yang di beritakan oleh suara tifa & nyanyian malam hari yang mengiringi pesta inisiasi di Saraundibu itu. Sekitar danau Anggi kentang itu kini termasuk makanan sehari - hari. Ia akan tetap tergantung di situ, sampai kemudian ia di bawa ke Hattam untuk di tempatkan dalam sebuah pohon yang berlobang.
Memang di pulau Waar masa itu bangkit seorang konoor yang mendorong orang untuk rajin menyanyi, agar penyakit cacar tidak datang. Penempatan di Amban berjalan terus. Ia memasukkan padi gogo dari Halmahera & berhasil mendorong sejumlah orang membuka ladang padi.
Ia menetap di pulau Rarey, yang letaknya berhadapan dengan kampung Yende. Ia menyuruh saudara lelakinya pergi ke Manokwari mengadukan guru, karna guru menghalangi pestanya dengan tegurannya. Di daerah Raja Ampat mimpi ini tercatat dengan memakai tulisan lambang.
Kita mengetahui hal ini dari bahan mengenai Anio Sara di Dusner yang di sajikan oleh Kijne & P Wandow. Meester Jozef di tempatkan di Kaibi. Ia kawin dengan seorang budak yang berasal dari Tandia.
Hal seperti itu di alami oleh kampung Maudori ketika awak 7 perahu besar menghilang di lautan Pasifik tanpa meninggalkan bekas. Biasanya mereka menempatkan mayat itu di atas dataran batu karang, sampai dagingnya hancur, tinggal tulang yang kemudian mereka bungkus & bawa ke pulau Meoskorwar. Selama perjalanan ke Idoor hal itu telah jadi jelas.
Ketika terdengar berita tentang di adakannya penjelajahan militer di daerah Mamberamo, banyaklah orang bertanya apa yang di cari orang di sana? Sekali lagi di Bawe. Dan demikianlah Tena Sanoi memberikan pelajaran di kelas, sedangkan suaminya & kakaknya melaksanakan kerja rintisan di Nabirei.
Mitos ini penulis catat dari mulut seorang informan di Jamna. Di kepulauan Arimoa itu beredar cerita tentang kedatangan kapal yang di nakhodai oleh orang yang sudah mati & akan membawa harta kekayaan. Dia mahir berbicara bahasa Melayu & pernah pergi ke Menado.
Ia mengirim bawahannya ke sana & mereka itu memukul tiang rumah di Ria dengan kayu ajaib, hingga terjadilah gempa bumi, yang akibatnya banyak orang menemui ajalnya. Untuk mencegah terulangnya riwayat Iria, Makh membagi kampung Tabati, bagian daratan ufltuk Khamadi & bagian laut bagi Irew. Para pendayungnya berasal dari Kurudu.
Sesampai di Wakde, mereka melihat semuanya telah berubah. Ada pula yang bekerja dengan tenang & menenangkan seperti misalnya A Passalbessy yang berada di Bidie. Sekolah di Metudebi kini mempunyai murid sebanyak 50 orang.
Pusat perlawanan adalah kampung Anus. Pada perjalanan selanjutnya di Masi pun terjadi kemelut. Kami akan menggambarkan suasana yang terdapat di kampung & sekitarnya dengan memilih contoh kampung Ormu.
Bahkan dalam lingkungan sekampung, seperti misalnya di Ayapo, pertentangan & benturan itu dapat di temukan. Mereka itu adalah satunya orang yang masih hidup setelah peperangan di Yoka & sekitarnya. Orang mendirikan rumahnya di atas batu Uaropo.
Peralihan secara besar memang terjadi, misalnya di Idore & Yakate, tapi tak pernah peristiwa seperti itu meliputi seluruh penduduk. Itulah yang biasanya terjadi, juga di kampung lain di daerah Bintuni. Di dalamnya daerah Onin sudah di sebut.
Jumlah ini belum dapat di sediakan oleh SPG di Miei. Nasib yang sama menimpa sekolah pertukangan & usaha penjahitan yang telah di buka oleh Bout di Yapen. Dalam kemelut ini pun orang dapat menemukan jalan keluar, yaitu suatu acara perpisahan besar, sebagaimana kita lihat di Arguni.
Kini rumah sakit Rum Ande dapat di bangun, sebagian besarnya oleh penduduk sendiri, yang mengambil kayunya dari hutan. Sesudah perang, banyaklah yang terjadi di bidang organisasi di Serui. Sesudah perang, sekolah itu di pindahkan ke Ransiki & berturut berada di bawah pimpinan E Gijsberg, H Marcus serta M Vink.
Di dirikannya Nanyo Kohatsu Kaisha, yaitu maskapai perdagangan & perkebunan Jepang yang memperoleh konsesi damar serta mendirikan perkebunan di Waren. Di lakukannya juga berbagai ekspedisi, di antaranya ke daerahKurulu, yang harnpir saja menghilangkan nyawanya. Modern yaitu yang bertempat tinggal di desa Ha ha.
Dalam penggunaan isi & kelengkapan rumah tangga kebanyakan masih menggunakan yang bersifat tradisional bagi penduduk desa Haha. Sedangkan di desa Sefai sudah memadukan k edua bentuk, yaitu tradisional & modern. Pung Woloin.
Bentuk desa ini masih merupakan desa Transisi menuju pada pola desa swakarya & swasembada, seperti yang di harapkan oleh pemerintah di. Di daerah ini pula terdapat anak sungai yang dapat mengalir & bermuara di hulu sungai Seremuk. Itulah sifat yang komunikatif & bahasa Tehit ini berkembang sampai daerah Meyirat & Qlabra.
Lokasi penelitian di lakukan di wilayah perkotaan yaitu kelurahan Sapordanco & Bonkawir sementara untuk wilayah pedesaan di kampung Warsambin, Lopintol serta Kalitoko. Pada umumnya masyarakat asli di pulau Waigeo adalah masyarakat petani kebun & pencari ikan, baik yang berada di wilayah perkotaan maupun di wilayah pedesaan. Setelah itu, mereka di larang untuk memancing / menangkap ikan di danau Ayamau tersebut kembali.
Sistem pertanian mereka adalah sistem berladang / berkebun yang di tanam biasanya adalah daun bawang, ubi, labu siang, kentang & wortel yang menurut masyarakat distrik Taige hanya sayuran jenis ini yang bisa tumbuh di kampung Taige. Di distrik Nikiwar, warga sangat bergantung dengan hasil buruan dari alam. Ada juga beberapa sungai yang mengalir & melewati kampung Werianggi serta Tamoge tapi sebagian warga, terutama warga asli sangat menggantung hidup dengan berburu.
Sebagai contoh daerah Inanwatam merupakan lokasi yang relatif sulit di jangkau. Mereka juga tersebar samapai ke pedalaman & pesisir pantai di sebelah timur rupanya Mauri tidak bertahan lama karna itu ia kembali tapi akhirnya terdampar ke arah tenggara serta ini merupakan nenek moyang suku Maori di Selandia Baru. Di Gotad mereka diajarkan cara berperang, bertani, berburu, mengetahui batas tanah & kepemilikan, hukum adat, keprcayaan, penjagaan hutan, struktur tradisional, menghargai leluhur.
Namun sejatinya aktifitas falsafat di Indonesia di mulai sejak kearifan lokal primitif memroduksi mitologi falsafi, yang di perkirakan berproduksi sejak era neolitik sekitar 3500 SM, yang jejaknya masih dapat di telusuri hingga sekarang dalam kebudayaan suku Sakuddei di kepulauan Mentawai, suku Atoni di Timor Timur, suku Marind Anim di Papua, juga di suku Minangkabau, Jawa, Nias, Batak dll. Penduduk di sana telah memberitahukan pada Filipus dari Mansinam yang telah di kirim ke sana oleh Van Hasselt, bahwa mereka ingin menyerahkan patung nenek moyang mereka & akan menghentikan minum minuman keras.
Di ceritakan oleh orang Ambon itu, orang di Sarmi hendak membongkar kuil roh. Maka di dalam hati orang Windesi pun timbullah rasa hormat yang besar terhadap orang yang telah berani menantang roh itu. Mereka gelisah, apabila ia sendirian saja pada malamhari mau pulang dari Rowdi lewat jalan hutan & tanpa di minta mereka pun menyediakan pengantar untuknya melintasi hutan yang menurut persangkaan mereka penuh dengan roh jahat serta peri.
Nenek moyang Kawerai dulu bertempat tinggal di gunung Ainunumwasa. Meskipun demikian masyarakat etnis Aitinyo masih mempercayai / memiliki pandangan bahwa adanya penyakit itu di sebabkan oleh adanya kekuatan supranatural / roh jahat. Wua yang terkenal jahat di sebut khol, roh ini hanya takut pada tali nggameri / Na Agow yang berkedudukan di Ik.
Orang Ayamaru di Maybrat juga memelihara warisan nenek moyangnya. Orang Arfak yakin bahwa dunia & alam di ciptakan oleh Ajemoa, Dewa yang tempatnya berada di langit serta bahwa nenek moyang orang Arfak adalah manusia pertama ciptaan Ajoema, yaitu Siba. Suku Marind mewariskan falsafatnya melaluimedia tutur, melalui cerita, mitologinya yang di ceritakan pada anggota sukunya.
Sekalipun tidak ada literatur yang menyebutkan arti kata Marind, namun salah 1 tokoh Marind Anim menyatakan Marind adalah kata untuk mengidentifikasi deskripsi fisik nenek moyang orang Marind. Nenek moyang orang Marind di identifikasi memunyai fisik tubuh yang tinggi, bahkan melebihi tingginya para misionaris yang notabene adalah orang kulit putih. Geb & MarindAnim tetap menetap serta jadi nenek moyang.
Dema oleh orang Marind tidak di artikan sebagai Dewa karna merupakan pengalaman prasejarah yang bersifat roh. Menurut Van Ball dema adalah beings yang hidup pada zaman mitis, biasanya mengambil rupa manusia, kadang juga dalam rupa satwa yang jadi leluhur klen & subklen, di asosiasikan dengan totem serta seringkali juga pencipta totem. Baik Van Ball maupun Jan Boelaars sepakat bahwa dema merupakan tokoh mistis yang jadi lelulur suku Marind & jadi asal mula klen.
Namun perdebatan bergulir di antara mereka mengenai dema asal leluhur suku Marind. Kepercayaan orang Marind akan dema di wujudkan dalam penataan dunia ini yang di ungkapkan dalam mitologi, upacara & dalam praktik magi. Di dalam proses tersebut orang Marind harus mengikuti aturan yang telah dema gariskan & melakukan apa yang nenek moyangnya lakukan.
Dunia roh menurut kepercayaan orang Marind ada di Kondo. Ikan yang pertama & belum sempurna itu di percaya sebagai leluhur orang Marind sementara dari lubang yang satunya tadi, tempat munculnya ikan yang lain, di percaya sebagai manusia yang telah sempurna serta merupakan leluhur suku lain. Dari mitologi orang Biak di ketahui bahwa hidup di dunia ini di anggap sebagai kebalikan dari hidup di negri orang mati, gaya negatif selembar foto.
Sebagaimana pada orang Numfor & Biak, nenek moyang, negri roh, mimpi serta penglihatan memainkan peranan yang penting dalam kebudayaan Wandamen. Beberapa hari sesudah matinya anak gadis itu, pada tanggal 25 Juli, para zendeling mendengar bahwa orang telah berangkat untuk membunuh seseorang di pulau Yob. Untuk pembangunan rumah zendeling, penduduk telah memberikan tempat di bawah naungan pohon Inarwur.
Karna itu ia menentang metode AC Kruyt yang pada waktu itutelah menemukan sifat keutuhan kelompok masyarakat purba di Sulawesi & berpendapat bahwa melayankan permandian pada orang tidaklah ada nilainya. Van Balen yang jelas merasa terharu itu belum lagi selesai menulis suratnya, karna sesudah itu menyusul PS yang berisi tambahan yang langsung menunjuk pada alkitab & terutama juga pada mitologi Roon. Tidak lama kemudian nona Glastra pindah ke Korido, di mana zendeling Agter menyelenggarakan poliklinik yang berkembang pesat.
Justru pada waktu itu banjir menghancurkan rumah zending di Jayapura. Ds JP Kabel, dosen sekolah Teologi, membuat ikhtisar diskusi itu, merumuskan segala perubahan bersama dengan para calon anggota sinode, mengolah saran & dengan demikian sampailah orang pada penetapan tata gereja. Cabang kegiatan itu di beri nama departemen Pekabaran Injil.
Sebelum konsili Vatikan kedua, lebih sesudahnya, mulailah di adakan hubungan yang teratur, hingga misi RK & zending / GKI dapat bersama mendirikan sebuah sekolah Menengah di ibukota yang di kelola secara bersama. Para dosen di minta untuk tinggal, sama dengan para pendeta zending di daerah Yali. Ada juga yang bersikap oportunis, seperti misalnya dukun Lapon di Yeflol yang menyuruh anaknya bersekolah, bahkan kemudian membiarkannya jadi penginjil, namun ia sendiri tidak pernah menghadiri kebaktian.
Orang tak berpakaian rasanya seperti tidak menghormati sang pencipta yakni Tuhan yang maha kuasa di Sorga. Oleh karna itu bangunan bangun gereja mereka sangat besar & di beri nama sesuai dengan marga mereka, seperti gereja Jitmau, Yumame, Isir & Kambuaya. Masyarakat etnis Sough masih mempertahankan & menjunjung tinggi budaya yang di wariskan oleh leluhur mereka serta salah 1 contoh budaya yang masih di lakukan adalah tumbuk tanah / tarian ular, tradisi ini biasanya di lakukan pada saat acara penting, misalnya penyamputan para tamu penting misalnya pejabat pemerintahan & pemimpin gereja.
Wilayah persebaran masyarakat Meyah dominan ada di daerah Prafi, Masni, hingga Sidey. Pola pengobatan yang meyakini ajaran agama serta menyerakan sepenunya pada Tuhan yang maha esa, orang Meyah meyakini kekuatan Tuhan melebihi dari apaun hingga tidak ada pengaruh dari roh apapun memerangi tubuh seseoarang. Keanekaragaman SDA yang kaya serta warisan pengobatan dari leluhur memberikan pengalaman pada hatra untuk mengeksplorasi berbagai jenis tanaman obat di wilayah suku Meyah untuk mengobati berbagai penyakit.
Menurut informan, pada masa lampau nenek moyang mereka tidak mengenal nama Inanwatan. Dengan datangnya hari Natal ia telah berhasil menyuruh 50 orang mengenakan pakaian. Pada tahun 1913 ia membenarkan tindakannya secara panjang lebar, setelah ia lebih mengenal sifat ikatan rahasia antara lelaki & sifat dari rumah roh itu.
1919. Dalam memori serah terima tahun 1930, Halie melapor bahwa kejadian gaib yang menunjukkan kekuasaan roh karawari itu makin berkurang jumiah & jangkauannya. Selama masa 1932 - 1939 Starrenburg jadi ketua konperensi para zendeling.
Pada tahun 1956 kami berada di kampung Sawarbagaiserwar di sebelah timur Sarmi untuk mengadakan penelitian mengenai mitologi & perkuilan. Sampel ristoja 2016 adalah pengobat tradisional yang memiliki sekaligus mempraktekkan penggunaan tumbuhan sebagai obat serta TO yang di gunakan oleh informan. Sebelum mengenal agama, nenek moyang orang Inanwatan percaya terhadap hal gaib yang menguasai alam sekitar.
Mereka juga percaya terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal, serta kekuatan yang berada di batu, pohon, gua, sungai dsb. Tokoh nenek moyang itu kemudian di asosiasikan dengan gejala alam & bagiannya. Tujuan dari inisiasi adalah untuk penghormatan terhadap nenek moyang agar kehidupannya dapat berjalan dengan baik & pengakuan secara resmi sebagai anak adat.
Mereka yang mau tetap setia pada adat nenek moyang akan berangkat. Selama berlangsungnya upacara perkabungan itu para nenek moyang hadir, karna orang memanggil mereka. Peristiwa itu tidak ada hubungannya lagi dengan nenek moyang.
Berarti bahwa salah seorang peserta inisiasi harus di bunuh, seperti halnya bapak moyang Anio Sara. Akan tetapi pesta itu merupakan upacara daur hidup & intinya adalah pemujaan terhadap nenek moyang. Seringkali terdapat dalam mitos itu binatang purba, naga, ular raksasa dsb, akan tetapi semua itu hanyalah samaran bagi kekuatan alam serta masyarakat manusia, bagi nenek moyang.
Akan tetapi secara batiniah, jadi secara tak sadar, mereka tetap mengikuti garis kebudayaan turun - temurun, karna kebudayaan tradisional itu masih di topang ancaman hukuman oleh nenek moyang. Orang cukup mengenal kekurangannya, misalnya karna telah mengabaikan upacara dalam kaitan dengan kuasa yang lebih tinggi & dengan nenek moyang. Dengan menentang angin barat yang keras Kandei naik perahu dayung menuju kampung berikut & mendorong orang agar berpegang pada keyakinan nenek moyang.
Dalam kehidupan sehari orang masih membiarkan dirinya di tuntun oleh kerangka berpikir semula & cara berpikir semula itu terus di pupuk oleh pemujaan nenek moyang. Tapi sesudah itu dapat saja orang tertimpa oleh panen gagal, penyakit / bencana alam, yang dulu di artikan sebagai balas dendam nenek moyang yang merasa dirinya di telantarkan & kini tidak lagi juga melindungi anak turunannya. Tapi lingkungan sekolah itu jarang menyinggung masalah situasi tradisional & pandangan dunia nenek moyang mereka.
Mereka harus berani ikut menempuh eksperimen yang menjanjikan kemajuan & menimbulkan harapan yang hampir sama dengan harapan koreri dari nenek moyang mereka. Cara demikian adalah merupakan warisan dari nenek moyang hingga sampai masa sekarang ini. Dan akhirnya semua itu berwujud dalam ungkapan bahwa karna kita bersaudara maka mengenakan suatu cawat yang di wariskan dari nenek moyang hingga sekarang ini.
Daun ini di yakini sebagai daun yang telah lama di gunakan nenek moyang sebagai obat. Yang pertama, yaitu rur, adalah jiwa yang sebenarnya, yang di dalam mimpi mengadakan hubungan dengan nenek moyang. Sesudah orang meninggal, rur itu pergi ke negri roh.
Sementara mereka sendiri akan masuk tanah & jiwanya akan ke dunia roh. Orang yang meninggal itu rohnya di sebut heiz / geve. Sebelum heiz pergi biasanya roh tinggal di sekitar tempat tinggal keluarga.
Manusia bukan roh, namun ia makhluk rohaniah dengan segala kegiatannyayang khas rohaniah. Banyak Istilah di gunakan untuk mengungkapkan suatu problematik lain mengenai manusia yang sentral, misalnya jiwa & badan, roh serta materi, kerohanian & kejasmanian, spiritualitas serta materialistis. Marisi menyatakan bahwa dengan rohnya ia telah membunuh nyonya Metz.
Tapi sesudah itu orang harus mempersenjatai diri menghadapi roh orang yang di bunuh. Namun demikian, kepercayaan mereka terhadap roh, gua & tanjung karang itu, masih hidup. Orang merasa tertekan oleh aspek negatif dari adanya rumah roh.
Banyak dari antaranya tidak bebas dari rasa takut terhadap roh jahat & tempat keramat. Bersama FJS Rumainum kami mengunjungrgoa orang mati di mana menurut penduduk, roh orang yang telah meninggal berubah jadi kelelawar. Misalnya upacara keagamaan, rumah roh, pengayauan & di pedalaman di sana juga kanibalisme.
Hingga dapat di simpulkan bahwa 16 penyebab dari penyakit tersebut lebih di kaitkan dengan kepercayaan adanya roh jahat di bandingkan dengan kebiasaan hidup sehari. Menurut infomasi dari beberapa informan bahwa pada jaman dulu masyarakat percaya bahwa orang sakit di akibatkan dari roh animisme yang berada di alam. Hingga hari ini masyarakat masih percaya akan roh animisme yang bergentanyangan di alam.
Kepercayaan itu di sebut animisme & dinamisme. Pada waktu tertentu penduduk daerah yang 1 menyerbu ke daerah yang lain untuk pemenggalan kepala manusia untuk di jadikan jimat / alat kepercayaan animisme. Apakah yang di namakan animisme benar di pandang rendah, / orang mengalami rintangan bila mau menjalankannya?
Kepercayaan terhadap animisme & dinamisme telah tiada sejak tempo dulu hingga sekarang ini. Sumber utama dari falsafat etnis ialah mitologi, legenda, cerita rakyat, cara suatu kelompok etnis membangun rumahnya & menyelenggarakan upacaranya, sastra yang mereka hasilkan, epik yang mereka tulis, semuanya melandasi bangunan falsafat etnis tersebut. Mereka menyangka begitu, karna mereka belum berkenalan dengan latar belakang sikap penduduk, yaitu mitologi mereka.
Daerah yang di kunjungi Starrenburg & yang kemudian jadi tempat ia menetap itu dari segi mitologi merupakan pusat yang penting. Ia segera juga menyelami masalah yang di timbulkan oleh mitologi. Tesis yang di ajukan Schmidt telah meruntuhkan argumentasi Herbert Spencer yang berpandangan bahwa bangsa primitif memulai dengan menyembah leluhur & bahwa begitu peradaban berkembang, leluhur tentu saja di susun ke dalam hirarki serta hirarki pada gilirannya menghasilkan pangkat & pangkat tertinggi jadi Dewa.
Ia adalah leluhur orang kulit putih. Peranan leluhur dalam mitos, yang mengorbankan diri itu, harus diambil alih & di teruskan serta dengan demikian di ulangi, oleh tiap angkatan yang baru. Pola pengobatan dengan benda gaib yang merupakan warisan dari leluhur.
Kalau roh Tuhan memang bekerja di dalam hati orang maka orang bangun & orang mendengarkan dengan telinga yang lain serta melihat dengan mata yang lain. Perasaan superioritas yang menyusup melalui ajaran parapendeta gereja terlihat jelas dalam tulisan pada abad pertengahan. Kelihatan di sini sikap kritis para zendeling telah memberikan buah, tapi tidak demikian yang terjadi di selatan.
Pertama orang tidak dapat melihat dengan jelas apa itu pertobatan & ketika orang mulai memahaminya seruan itu pun ternyata merupakan serangan terhadap pemujaan nenek moyang yang merupakan salah 1 sokoguru agama serta masyarakat Irian, demikian pula terhadap segala ekspresi kebudayaannya. Lagi pula secara resmi orang berpegang teguh pada perintah para zendeling dalam hal pergi ke gereja & katekisasi, ya, bahkan mereka telah mengorbankan pemujaan terhadap nenek moyang, setidaknya secara formal. Peristiwa itu adalah kehadiran Tuhan yang hidup, yang dengan rohnya berbicara di dalam hati manusia.
Yesus Kristus ialah kepalanya & Tuhannya, yang memeliharakan serta memerintahkan gereja dengan sabdaNya & rohNya. Baik gereja sebagai persekutuan manusia, maupun zending sebagai kegiatan manusia, adalah hasil dari karya zending roh kudus yang kreatif. Maka mereka tidak begitu saja menyatakan bahwa roh kudus memang sedang bekerja.
Sebagai contohi kami mencantumkan di sini petikan dari Woelders, di mana oleh Woelders roh kudus di anggap hadir secara implisit. Pergumulan nenek moyang mereka untuk sampai pada iman pada Kristus hanya mereka kenal lewat kabar orang lain.

Comments
Post a Comment