Numfor Doreri's Animism


Mereka memanfaatkan berbagai teknologi maritim yang mumpuni untuk menjelajahi pulau di Indo Pasifik. Pada tingkat terjauh, mereka juga di perkirakan telah mencapai benua Amerika & bahkan Antarktika. Di Indonesia & Malaysia, istilah nasionalistik Nusantara juga populer di sematkan untuk kawasan mereka.

Manusia mencapai pulau di Wallacea serta daratan Sahul sekitar 53.000 BP. Pada 45.400 tahun yang lalu, manusia telah mencapai kepulauan Bismarck di Oseania Dekat. Termasuk di antaranya ialah kebudayaan Kuahuqiao, Hemudu, Majiabang, Songze, Liangzhu & Dapenkeng yang berkembang di daerah pesisir antara delta sungai Panjang & Min.

Orang Champa di Vietnam juga secara unik mengembangkan perahu berbentuk keranjang yang berbahan anyaman bambu dengan perekat resin. Beliung, pahat & peralatan lainnya yang di poles serta di giling, beberapa di antaranya terbuat dari bebatuan seperti giok juga di temukan di Melanesia yang berkaitan dengan kebudayaan Lapita. Tradisi megalitik lainnya ialah batu rai, piringan batu besar berbentuk donat yang di gunakan sebagai alat tukar di pulau Yap.

Di kepulauan Hawaii, petroglif memiliki beragam bentuk seperti tongkat, anjing, perahu, layar, dayung, jejak kaki & hiasan kepala. Lukisan merah bergambar anjing di tebing & gua juga dapat di temukan di Kauai serta Maui. Di Rapa Nui, ukiran bermotif khas tapi masih menunjukkan kesamaan dengan teknik & motif Marquesas.

Pelaut Spanyol bertemu dengan orang Bisaya yang memiliki rajah di Visayas, yang mereka namai Pintados. Kayu tersebut di duga berasal dari pohon Toromiro & Makoi. Kerajinan giok di kawasan ini aktif antara 500 - 1000 M, setelah bahan dasar kerajinan beralih ke logam, kayu, tulang, tanah liat, mika hijau, nefrit hitam / cangkang.

Penggambaran tembikar, kapal & barang logam, misalnya, menunjukkan situs seni batu berusia antara 2000 - 4000 BP. Temuan itu di buat sekitar 3300 BP, tapi asal bahan dasarnya tetap tidak di ketahui. Meskipun sebagian besar situs itu tidak bertanggal, rentang usia situs adalah antara abad ke - 2 hingga ke - 16 M.

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh gundulnya hutan serta perdagangan budak ke Peru & Chili di awal tahun 1860an. Pada tahun 1990an, unsur gambar di adaptasi jadi aksara modern yang di sebut avoiuli oleh gerakan pribumi Turaga di pulau Pentakosta. Di Woleai & pulau sekitarnya, sebuah sistem penulisan telah di kembangkan untuk menulis bahasa Woleai sejak awal abad ke - 20.

Namun, pada 2019, fosil itu di identifikasi sebagai milik spesies baru manusia purba homo luzonensis. Dengan demikian, Blench percaya bahwa sebenarnya tidak ada nenek moyang dari bahasa Austronesia dalam arti bahwa tidak ada bahasa Proto Austronesia tunggal yang jadi cikal bakal bahasa Austronesia sekarang. Bentuk paling sederhana dari semua perahu leluhur Austronesia memiliki 5 bagian.

Sebuah studi terbaru dari tahun 2021 menemukan bahwa pemburu pengumpul Holosen dari Sulawesi Selatan memiliki nenek moyang dari garis keturunan berbeda yang terkait dengan orang Papua & pribumi Australia serta dari garis keturunan Eurasia Timur. Studi lain tentang komposisi leluhur kelompok etnis modern di Filipina dari tahun 2021 juga menunjukkan bahwa nenek moyang Basal Asia Timur berasal dari Asia Tenggara Daratan pada 50.000 SM & menyebar melalui beberapa gelombang migrasi ke selatan serta utara. Para penulis menyimpulkan bahwa ekspansi Austronesia ke Asia Tenggara kepulauan & Polinesia di mulai dari Filipina bukannya Taiwan serta bahwa orang berbahasa Austronesia modern sebagian besar memiliki nenek moyang Basal Asia Timur, Austroasia dari Asia Tenggara daratan & Austronesia dari Filipina.

Populasi ini memiliki ciri khas berkulit gelap, berambut keriting & perawakan pendek, membuat orang Eropa percaya bahwa mereka terkait dengan orang Pigmi Afrika dalam kajian biologi ras di abad ke - 19. Suku tersebut adalah Numfor Doreri. Struktur bangunan yang di topang tiang di yakini bermula dari rancangan lumbung & gudang yang di tinggikan, yang merupakan simbol status sosial yang sangat penting di antara nenek moyang penanam padi Austronesia.

Lumbung juga berfungsi sebagai kuil untuk menyimpan arca roh leluhur & para Dewa. Rumah Austronesia sendiri juga sering mencerminkan berbagai aspek kosmologi & animisme asli Austronesia. Dalam sebagian besar kasus, loteng rumah, di anggap sebagai kediaman para Dewa & arwah nenek moyang.

Tradisi religi Austronesia sebagian besar berpusat pada penyembahan roh leluhur, alam & Dewa. Kepercayaan ini pada dasarnya adalah agama animisme yang rumit. Detailnya bervariasi menurut budaya & lokasi geografis tapi memiliki kesamaan dalam aspek dasar seperti penyembahan leluhur, animisme, perdukunan, serta kepercayaan pada alam roh serta Dewa.

Antara abad ke - 5 hingga ke - 15, agama Hindu & Buddha merupakan agama utama di wilayah tersebut. Pedagang Muslim dari jazirah Arab di perkirakan telah memperkenalkan Islam sejak abad ke - 10.

Comments

Popular posts from this blog

Lengkayap's Animism

Mapur's Animism

Meranjat's Animism